Wagub Gorontalo Tinjau SPPG di Cianjur, Pelajari Inovasi Penyajian MBG

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat meninjau proses penyaluran MBG secara Prasmanan di lembaga pendidikan yang mencakup jenjang TK, SD, dan SMP di Jalan Pasir Gede Raya No.17, Bojongherang, Cianjur,Jawa Barat.  (Foto – Zakir BPG).

Jawa Barat, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagrak 2 Prima Rasa di bawah naungan Yayasan Garuda Kencana Raharja, yang berlokasi di Desa Nagrak, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Idah diterima oleh Kepala SPPG Nagrak 2 Prima Rasa. Ia meninjau secara langsung proses pengelolaan hingga penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya inovasi penyajian makanan dengan sistem prasmanan.

Usai dari SPPG Nagrak 2, Wagub melanjutkan kunjungan ke Yayasan Kabar Baik, sebuah lembaga pendidikan yang mencakup jenjang TK, SD, dan SMP di Jalan Pasir Gede Raya No.17, Bojongherang, Cianjur. Di lokasi ini, ia melihat langsung implementasi penyajian MBG secara prasmanan kepada para siswa. Kehadiran Wagub disambut oleh Kepala Sekolah SMP Kabar Baik Stephan Chandra dan Kepala Sekolah SD Yakaba Veleriana Nainggolan.

Wagub Idah mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempelajari praktik baik dalam pelaksanaan program MBG, khususnya variasi penyajian makanan yang dinilai mampu meningkatkan minat dan kepercayaan siswa serta orang tua.

“Penyajian secara prasmanan ini menjadi daya tarik tersendiri. Ini bisa menjadi motivasi bagi SPPG di Gorontalo untuk menghadirkan variasi dalam penyajian, misalnya dilakukan seminggu sekali agar tidak monoton dan lebih menarik bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah sorotan nasional terhadap pelaksanaan program MBG, inovasi seperti ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas layanan serta mengembalikan kepercayaan masyarakat. Ia juga menilai bahwa meskipun sistem prasmanan memerlukan biaya dan pengelolaan yang lebih kompleks dibandingkan metode distribusi menggunakan kemasan (ompreng), pendekatan tersebut tetap memungkinkan untuk diterapkan dengan perencanaan yang matang.

“Memang ada tantangan dari sisi efektivitas dan biaya, namun jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi alternatif yang positif. Tidak harus setiap hari, cukup dijadwalkan secara bergantian antar SPPG,” tambahnya.

Ketua Satgas MBG itu pun memastikan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan rujukan di Provinsi Gorontalo. Ia optimistis inovasi penyajian MBG dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas program serta menjawab keresahan masyarakat.

Pewarta : Zakir/Echin

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI