
Kota Gorontalo, Kominfotik – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menginstruksikan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memantau ketersediaan stok pangan dan bahan bakar. Hal ini Ia sampaikan saat memimpin rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran APBD tahun anggaran 2026, di ruang Dulohupa kantor Gubernur, Jumat (20/2/2026).
“Pertama, sepanjang ramadan dan idulfitri ini, Tolong untuk teman-teman pimpinan OPD yang terkait, khusus untuk komoditi yang rawan seperti gas LPG, BBM, beras, minyak kelapa dan lainnya ini tolong dipelajari terus rantai pasoknya, kalo bisa itu kita amankan,” kata Gusnar.
Gubernur Gusnar juga meminta agar segera mengambil langkah antisipasi terkait pelaksanaan Tumbilotohe mendatang. Hal yang Ia titik beratkan berkaitan dengan lokasi pelaksanaan secara tradisional yang menggunakan lampu botol. Ia meminta agar dalam penyelenggaraannya, Pemprov dapat mengambil andil.
“Untuk Tumbilotohe, kalau bisa kita backup untuk penyelenggaraaannya di titik-titik yang tradisional, tapi permasalahannya terkait dengan penyediaan minyak tanah, untuk hal ini kita lihat perkembangannya kedepan,” ujarnya.
Disamping itu, Gusnar juga memerintahkan agar mempercepat proses jadwal pengadaan barang dan jasa. Sebelum Idulfitri, Ia menargetkan agar tahapannya sudah selesai.
Pada rapim tersebut, terdapat delapan OPD yang melampaui realisasi fisik dan keuangan pada bulan Februari 2026. Sedangkan 25 OPD lainnya belum mencapai atau melampaui target. Hal ini diakibatkan adanya penyesuaian kembali beberapa KPA pasca pelantikan dan belum diterimanya TPP oleh para ASN pada bulan Februari.
Rapat turut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen jaringan pengawasan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo oleh Ombudsman RI Provinsi Gorontalo. Penandatanganan dilakukan oleh Sekdaprov Gorontalo Sofian Ibrahim disaksikan langsung oleh Gubernur Gusnar.
Pewarta: Ryan