
Kota Gorontalo, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan produksi jagung mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2026. Target tersebut sejalan dengan dukungan daerah terhadap program swasembada pangan nasional.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Muljady Mario pada panen raya jagung serentak yang digelar Polri di 36 polda se-Indonesia Kamis (8/1/2026). Di Gorontalo, kegiatan diikuti secara daring oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Muljady Mario menjelaskan bahwa kerja sama ini dipayungi oleh perjanjian antara Kementerian Pertanian dan Mabes Polri. Di daerah, pelaksanaannya ditindaklanjuti melalui kolaborasi Dinas Pertanian dan Polda Gorontalo.
“Pada tahun 2025, Gorontalo mendapat target pengembangan areal tanam baru sekitar 27 ribu hektare yang telah kami eksekusi bersama Polda Gorontalo. Dari luas areal panen sekitar 259.490 hektare, produksi jagung Gorontalo berhasil mencapai 1,2 juta ton ,” ujar Muljady.
Target produksi jagung pada tahun 2026 ditingkatkan menjadi 1,5 juta ton melalui optimalisasi lahan dan peningkatan intensitas tanam. Upaya ini termasuk mendorong lahan yang sebelumnya tidak tertanami akibat banjir maupun kekeringan agar kembali produktif. Ia menambahkan bahwa hampir 99 persen produksi jagung Gorontalo disuplai ke sentra pakan ternak di berbagai wilayah Indonesia.
Kapolda Irjen Pol. Widodo menyampaikan bahwa panen hari ini sekitar 10 hektar karena masa panen ideal di Gorontalo sebenarnya terjadi pada November hingga Desember. Panen tetap dilaksanakan mesiki belum maksimal karena perbedaan musim panen dibandingkan daerah lain.
Panen raya jagung di Provinsi Gorontalo dipusatkan di Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian.
Pewarta : Mila