
KOTA GORONTALO, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya percepatan realisasi 136 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung pemerataan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Penegasan tersebut disampaikan Wagub Idah saat menjadi narasumber dalam dialog RRI Gorontalo dengan topik Pemerataan Manfaat Program MBG 2026, yang dilaksanakan secara virtual dari kediaman pribadi Wakil Gubernur, Rabu (7/1/2026).
Dalam penjelasannya, Wagub mengungkapkan bahwa dari total kebutuhan 136 SPPG, saat ini 37 unit telah beroperasi, 15 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 47 unit masih dalam proses pembangunan. Sementara itu, terdapat 38 SPPG yang belum menunjukkan progres, meskipun telah memiliki izin dan lahan.
“Kondisi ini harus segera ditindaklanjuti oleh BGN Pusat melalui BGN Provinsi. Jika dalam waktu yang telah ditentukan, yakni 65 hari pembangunan dapur, tidak ada perkembangan, maka sebaiknya peluang tersebut dialihkan kepada investor lain yang lebih siap dan mampu,” tegas Wagub.
Wagub Idah berharap percepatan ini dapat memastikan seluruh kebutuhan SPPG di Provinsi Gorontalo segera terpenuhi, sehingga pelaksanaan Program MBG tahun 2026 dapat berjalan optimal dan merata, termasuk di wilayah terpencil.
Idah juga mengakui bahwa tantangan pelaksanaan MBG cukup kompleks, mulai dari kesiapan bahan pangan, perlengkapan makan seperti ompreng, hingga peralatan memasak. Oleh karena itu, seluruh aspek pendukung harus dipersiapkan secara maksimal sejak awal.
Dari sisi ketenagakerjaan, Idah menilai Program MBG melalui SPPG juga membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat. Satu dapur SPPG yang melayani sekitar 3.000 penerima manfaat dapat menyerap hingga 20 tenaga kerja. Dengan beroperasinya seluruh 136 SPPG, ribuan tenaga kerja diperkirakan dapat terserap, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian daerah dan pengurangan angka pengangguran di Provinsi Gorontalo.
“Untuk sidak ke SPPG maupun sekolah- sekolah yang telah dilakukan di tahun 2025, akan terus kita lakukan guna memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga. Apalagi seiring dengan aktifnya kembali kegiatan sekolah, termasuk dengan penyesuaian mekanisme penyaluran MBG pada bulan Ramadan,” tandasnya.
Diketahui saat ini, SPPG yang telah beroperasional di Provinsi Gorontalo tersebar di Kabupaten Gorontalo sebanyak 18 unit, Kota Gorontalo 8 unit, Boalemo 3 unit, Bone Bolango 3 unit, Pohuwato 3 unit, serta Gorontalo Utara 2 unit.
Pewarta : Echin