
GORONTALO, Kominfotik – Prestasi pemerintahan Gusnar Ismail – Idah Syahidah bukan secara kebetulan didapat. Namun, sudah diprediksi sejak mereka terpilih memimpin Gorontalo lima tahun ke depan.
Komitmen, dedikasi, kolaborasi serta dukungan penuh masyarakat membuat keduanya bekerja dengan mudah mewujudkan visi misi untuk Gorontalo Maju dan Sejahtera.
“Jika ada pemimpin yang suka pencitraan dan lebih banyak berkata-kata, lain halnya dengan Gusnar-Idah. Diam dan berprestasi, karena pertanggungjawaban mereka langsung ke masyarakat Gorontalo,” kata Juru Bicara Gubernur, David Radjak, Jumat (2/1/2026).
Teknokrat dan politisi, dua sisi yang berhasil menyatu dalam tenun pemerintahan. Hanya butuh sepuluh bulan, dua belas Menteri dan Wakil Menteri datang ke Gorontalo.
Anggaran triliunan rupiah mengalir ke daerah, bantuan program pemerintah pusat tak pernah putus. Nama Gorontalo harum mewangi dimana-mana.
Gusnar-Idah membangun konektivitas dan kolaborasi bersama pemerintah Kabupaten. Dari ujung Taludaa, Atinggola, Tolinggula hingga Popayato, lima Kabupaten seperti tertimpa Durian runtuh.
Program-program nasional dengan anggaran ratusan milyar hingga triliun rupiah dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Bone Bolango, Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo dan Kabupaten Gorontalo. Gusnar-Idah tak punya waktu melayani ‘omon-omon’, karena yang banyak bicara biasanya kosong isinya.
“So, kita doakan tahun 2026 ini Gusnar-Idah akan kembali bersinar membawa kapal besar bernama Gorontalo ke dermaga besar bernama Gorontalo Maju dan Sejahtera,” pungkas David.
Tim Komunikasi Gubernur