Pemprov Gorontalo Usul Penambahan Kuota BPJS ke Kemensos

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kiri) menerima buku 50 Tokoh Kesehatan Nasional dari Kepala BPJS Kesehatan Gorontalo Renda Pandu Patria, Rabu (26/12/2018). Rusli dinilai berjasa menjadikan Gorontalo sebagai salah satu daerah yang telah mencapai total health coverage atau tanggungan kesehatan menyeluruh bagi warganya. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Guna memaksimalkan tanggungan program kesehatan gratis bagi masyarakat miskin, Pemprov Gorontalo mengusulkan penatmbahan kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS kepada Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Data tersebut selanjutnya menjadi dasar Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk menanggung kepesertaan BPJS melalui dana APBN tahun 2019.

“Tadi saya sudah perintahkan kepala Bapppeda, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kesehatan untuk mengajukan usulan penambahan kuota itu. Data-datanya lagi mereka siapkan,” terang Gubernur Rusli usai bertemu dengan Kepala BPJS Gorontalo Rendra Pandu Patria di Kediaman Pribadi Gubernur, Rabu (26/12/2018).

Lebih lanjut Rusli menjelaskan, pengajuan penambahan PBI tersebut untuk memastikan setiap warga miskin Gorontalo terlindungi dengan jaminan kesehatan. Pada anggaran 2019 nanti, pemprov hanya mampu menganggarkan asuransi kesehatan bagi 205.584 jiwa dari total tanggungan bersama pemerintah kabupaten/kota yang berjumlah 378.333 jiwa.

“Idealnya tanggungan pemprov 60 persen dan pemkab/pemkot 40 persen. Kita baru sekitar 53 persen. Selisihnya kita berharap bisa dibantu melalui pemerintah pusat agar beban anggaran kita tidak terkuras,” imbuhnya.

Mengacu pada data ideal, Pemprov Gorontalo harusnya menanggung 227.000 jiwa. Jika dikalikan premi tanggungan selama 12 bulan maka butuh anggaran lebih kurang Rp62.652.000.000,-. Sementara anggaran yang tersedia hanya untuk 205.584 jiwa selama 9 bulan yakni Rp42.555.888.000,-. Ada kekurangan Rp20.096.112.000,-.

“Datanya akan divalidasi lagi oleh BPJS dan Dinas Kesehatan, sebab ada yang tertanggung tapi sudah beralih mandiri, meninggal dunia dan lainnya. Kita juga menyiapkan untuk tanggungan bagi bayi baru lahir dan warga kurang mampu yang belum tertanggung. Makanya data ini yang akan kami usulkan ke Kemensos,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Gorontalo menerima buku dari BPJS tentang 50 Tokoh Nasional di Bidang Kesehatan. Rusli Habibie menjadi salah satu tokoh tersebut karena berjasa mewujudkan Gorontalo sebagai daerah yang sudah total health coverage atau tertanggung jaminan kesehatan keseluruhan warganya.

Pewarta: Isam

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI