Pj Sekda Tutup Lomba Pacuan Kuda Festival Ketupat

Pj Sekda Provinsi Gorontalo Anis Naki (dua kiri) menyerahkan bonus berupa satu ekor sapi kepada pemenang lomba karapan sapi pada penutupan lomba pacuan kuda, karapan sapi dan kuda gerobak, Minggu (24/6/2018). Lomba yang digelar di lapangan golf Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo itu berlangsung selama tiga hari sejak Jumat kemarin serangkaian dengan perayaan Lebaran Ketupat yang rutin digelar masyarakat sekitar setiap tahunnya. (Foto: Nova-Humas).

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Gorontalo menutup Lomba Pacuan Kuda, Karapan Sapi dan Kuda Gerobak yang digelar dalam rangka memeriahkan Festival Ketupat di Kelurahan Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Minggu (24/6/2018).

Pj Sekda atas nama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan terima kasih atas keikutsertaan berbagai pihak dalam event tahunan tersebut. Lebih khusus kepada masyarakat Gorontalo yang antusias mengikuti jalannya lomba sejak hari pertama dibuka.

“Event ini sengaja digelar untuk mendukung salah satu program prioritas pemerintah Provinsi Gorontalo yakni pariwisata yang mendunia,” kata Anis Naki.

Lebih lanjut kata Anis, lomba ini sengaja digelar untuk merespon animo masyarakat yang senang akan pacuan kuda, karapan sapi dan kuda gerobak setiap pelaksanaan lebaran ketupat. Lomba yang sudah menjadi tradisi dan hiburan rakyat.

“Tadinya lomba ini hanya digelar sekali setiap tahunnya. Tapi karena animo masyarakat yang tinggi, maka bapak gubernur meminta untuk dibuat lagi lomba serupa pada perayaan HUT Provinsi Gorontalo tanggal 5 Desember nanti,” imbuhnya.

Lomba yang digelar sejak Jumat kemarin itu diikuti oleh Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) empat provinsi dengan 36 ekor kuda. Provinsi Gorontalo mengutus 20 ekor kuda pacu, Sulawesi Utara 9 ekor, Sulawesi Tengah 4 ekor dan Sulawesi Barat 3 ekor. Ada juga karapan sapi yang diikuti oleh 45 ekor sapi.

Lomba pacuan kuda dibagi atas tiga kelas yakni kelas terbuka jarak 1.600 meter, Kelas C jarak 800 meter dan kelas perdana jarak 800 meter.

Juara satu untuk kelas terbuka jarak 1.600 meter diraih oleh kuda asal Sulawesi Barat, disusul oleh Sulawesi Tengah dan Gorontalo masing masing pada peringkat dua dan tiga.

Juara kelas C jarak 1.400 meter diraih oleh kuda asal Sulbar dan juara dua diraih kuda asal Sulteng. Sementara untuk kelas perdana jarak 800 meter juara satu diraih oleh Sulut, disusul Gorontalo dan Sulawesi Tengah masing-masing juara dua dan tiga.

Setiap kelas lomba pacuan kuda memperbutkan total hadiah 10 Juta Rupiah, juara satu senilai 5 Juta Rupiah, juara dua meraih 3 Juta Rupiah serta juara tiga memperoleh bonus 2 Juta Rupiah.

Untuk lomba karapan sapi dibagi ke dalam beberapa kategori di antaranya jarak 150 meter, jarak 100 pernah, jarak 100 extra, jarak 200 meter, jarak 250 meter dan kelas gabungan. Setiap juara satu berhak atas hadiah satu ekor sapi.

Sementara untuk kuda gerobak dibagi menjadi dua kategori yakni jarak 1.200 dan 1.600 meter.

Pewarta: Nova

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI