Gubernur Fasilitasi Masalah Pembebasan Lahan Taluditi

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) foto bersama usai menerima unjuk rasa puluhan warga Kecamatan Taluditi bertempat di halaman kantor gubernuran, Kamis (26/10).

 

Sedikitnya 50 warga kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (26/10). Kehadiran mereka untuk menuntut ganti untung dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II terkait pembebasan lahan bendungan Randangan.

Kehadiran para pengujukrasa ini difasilitasi dan ditemui oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di ruang Oval kantor gubernur. Gubernur turut didampingi Kepala Kesbangpol Adrian Lahay, Karo Humas ProtokoL Zukri Surotinojo dan Karo Hukum Ridwan Yasin.

“Kami hanya menuntut untuk pembayaran ganti untung lahan kami (yang terdampak pembangunan bendungan Randangan). Terus terang pak kami sampai sekarang terus menunggu (untuk ganti untung) sementara lahan kami sudah tidak bisa lagi ditanam karena sudah tergenang air,” terang Jumadi Yunus, perwakilan warga Taluditi.

Mendengar aspirasi rakyat tersebut, gubernur Rusli Habibie mencoba menghubungi pihak terkait untuk meminta kejelasan duduk permasalahan yang ada. Awalnya ia meminta Kepala BWS Sulawesi II untuk ditelpon oleh ajudan. Beberapa kali coba dihubungi namun tidak ada respon. Pun begitu dengan nomor ponsel Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga yang tidak aktif saat dihubungi.

Untuk mendudukkan persoalan dengan jelas, gubernur lantas meminta agar tuntutan warga ini difasilitasi dalam suatu forum rapat resmi dengan menghadirkan semua pihak. Rusli memerintahkan Kepala Biro Humas Protokol Zukri Surotinojo agar mengagendakan rapat Senin pekan depan di tempat yang sama.

“Begini saja, kalau bapak ibu setuju, besok Senin saya agendakan rapat dengan mengundang Balai Sungai, Bupati Pohuwato, DPRD Pohuwato termasuk dari Badan Pertanahan. Tidak boleh diwakili, mereka wajib datang. Kasihan kalau begini terus bapak bapak kesana kemari di ‘pimpong’. Ke BPN dilempar ke Balain Sungai, ke Balai Sungai dilempar ke BPN,” terang Rusli.

Rusli meminta warga Taluditi yang hadir untuk datang kembali Senin pekan depan. Ia bahkan menjamin warga yang hadir nanti untuk difasilitasi dengan dua unit bus antar jemput. Lengkap dengan fasilitas makan siang seusai rapat.

“Saya ingin tahu persis kenapa proses ini belum selesai. Yang jelas kalau benar lahan bapak ini masuk di areal terdampak, maka harus diganti untung. Saya jamin itu. Kalau tidak dibayarkan, saya yang paling depan untuk menuntut. Saya yang pimpin kalian demo ke Balai Sungai,” tegasnya.

 

 

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI