Pemadaman Listrik Diluar Kendali, Gubernur Minta Maaf

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat Gorontalo atas terjadinya pemadaman listrik. Permohonan maaf ini disampaikannya disela-sela pelaksanaan Doa lo ULipu di Rumah Dinas Gubernur, Senin (12/6).

Rusli mengatakan, sedianya Pemerintah Provinsi Gorontalo telah memintakan kepada PLN agar selang Ramadhan ini tidak ada pemadaman bergilir. Permintaan itu pun sudah mendapat respon dari PLN.

“Tapi yang terjadi di bulan Ramadhan ini, saya kembali mendapat “hadiah” dari masyarakat. Banyak yang komplain. Katanya, pak Gubernur sudah janji listrik tidak akan mati-mati lagi saat kampanye, tapi kenapa terjadi lagi,” tutur Rusli mengutip sms dari masyarakat.

Rusli menjelaskan, sejatinya semua usaha telah dilakukannya, pihak PLN juga sudah berusaha. Tapi yang terjadi, Gorontalo tidak akan dilanda pemadaman jika saja tidak terjadi bencana alam yang menganggung transmisi 150 kV Otam-Lolak. Fenomena bencana alam ini sudah diluar kendali dari pemerintah.

“Karena ini sudah diluar kendali, saya katakan kepada mereka listrik ini seperti nyawa manusia. Kapan saja bisa dipanggil, cuaca kadang yang membuat semuanya menjadi terhambat. Sejatinya saya Gubernur hanya bisa berusaha, tapi tidak bisa menolak bencana. Itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa,”  tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pemadaman listrik di wilayah Gorontalo terjadi karena  sistem kelistrikan Gorontalo terpisah dari Sulut akibat adanya banjir bandang yang menyebabkan keretakan pada pondasi tower section transmisi 150 kV Otam- Lolak. Saat bersamaan pula, terjadi gangguan di gardu induk Marisa yang mengakibatkan padamnya PLTG Maleo Paguat. PLN sendiri sedang berupaya maksimal untuk penormalan sistem.

Pewarta : Ecin

Foto.       : Salman

Editor.    : Asriani

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI