Gubernur Gorontalo Serukan Perang Terhadap Paham Khilafah

Suasana syukuran dan halal bi halal jelang Ramadhan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama masyarakat

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyerukan kepada masyarakat Gorontalo untuk memerangi paham dan gerakan Khilafah yang marak terjadi akhir akhir ini. Menurut Rusli Habibie, ideologi Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia sudah final dan tidak dapat diganggu gugat. Paham Khilafah yang ingin menjalankan pemerintahan berdasarkan syariat agama tertentu di Indonesia tidak dapat dibenarkan.

“Sekarang sudah ada kelompok kelompok tertentu, orang orang tertentu yang sudah mulai merongrong Pancasila. Bahkan rencana ingin mengganti ideologi Pancasila. Tidak boleh. Saya sebagai Gubernur Gorontalo perintahkan kita hadapi, kita usir, kita bubarkan bagi kelompok yang ingin mengganti ideologi kita. Pancasila yang mempersatukan kita,” tegas Rusli Habibie saat bersilaturahmi dengan ratusan warga Kota Gorontalo dalam acara Syukuran dan Halal Bil Halal jelang Ramadhan, Jumat (26/5).

Lebih lanjut kata Gubernur dari Partai Golkar itu, bangsa Indonesia harus bersyukur karena pendiri bangsa sudah merumuskan suatu ideologi yang bisa mempersatukan semua umat dari perbedaan agama, ras, suku dan golongan. Pancasila merupakan representasi dari nilai nilai luhur bangsa yang harus tetap dijaga dan diamalkan.

“Saya akan instruksikan tanggal 1 Juni kita bikin acara untuk memperingati hari lahir Pancasila. Kita harus jaga ideologi ini jangan sampai dirusak oleh orang dan kelompok tertentu. Kita harus tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan tetap dalam UUD 1945,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Rusli juga meminta kepada masyarakat Gorontalo untuk tetap waspada dan mawas diri terhadap potensi ancaman terorisme. Meski Gorontalo berstatus aman, namun tidak menutup kemungkinan terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

“Kita waspada bom dimana mana. Orang mengaku Islam, tapi kelakukan seperti itu. Padahal dalam Islam dan agama manapun tidak membenarkan membunuh orang, bahkan sekedar untuk menyakiti,” terangnya.

Kewaspadaan bisa dilakukan dengan memonitor lingkungan tempat tinggal masing masing. Jika ada orang atau kelompok tertentu yang gerak geriknya mencurigakan dan menyebarkan dakwah yang menyimpang, maka gubernur meminta warga agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Pewarta/editor : Ismail Giu

Foto.                   : Salman

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI