Sekda : Penyusunan Program Kegiatan RPJMD, Harus Rasionil

Gorontalo – Peningkatan pelayanan publik di sektor kesehatan, menjadi fokus perhatian dalam penyusunan RPJMD Provinsi Gorontalo 2018-2022. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan beberapa indikator sektor kesehatan yang pada RPJMD 2012-2017 masih rendah, yakni angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi, serta gizi buruk.

“Ketiga indikator ini memang masih lemah, karena itu perlu kita dorong. Kita harus duduk bersama antara Dikes Provinsi dan Kabupaten/Kota,” kata Sekda Winarni Monoarfa dalam arahannya pada pertemuan pembahasan target rancangan teknokrat RPJMD Provinsi Gorontalo urusan wajib layanan kesehatan 2018-2022, yang berlangsung di hotel Maqna, Kamis (9/2).

Prof. Winarni mengatakan, dalam menyusun perencanaan, yang menjadi dasar penting adalah ketersediaan anggaran. Menurutnya, penyusunan program kegiatan lima tahun kedepan harus rasionil dengan memperhitungkan dan menyandingkannya dengan ketersediaan anggaran.

“Jangan ekspektasi kita terlalu tinggi, tetapi kemampuan anggaran kita sangat terbatas. Harus rasionil, jangan sampai program kegiatan itu tidak mampu kita laksanakan,” tegasnya.

Winarni mengungkapkan, guna mengantisipasi terbatasnya anggaran pemerintah dalam pelaksanaan program kegiatan di sektor kesehatan, salah satu solusinya yakni dengan melakukan inovasi program kegiatan yang melibatkan dan menarik partisipasi dari sektor swasta dan mitra kerja lainnya. Selain itu, perlu untuk mensinergikan dengan program kegiatan yang menjadi prioritas nasional di bidang kesehatan, dengan harapan akan semakin banyak kucuran anggaran dari pemerintah pusat ke Provinsi Gorontalo.

“Jadi kita tidak sepenuhnya mengandalkan pada APBD. Kita berharap adanya partisipasi dari mitra kerja, serta alokasi anggaran yang besar dari APBN baik Dekon maupun DAK,” ujar Prof. Winarni.

Hal terpenting yang diingatkan Sekda, dalam penyusunan program kegiatan harus meninggalkan kebiasaan membuat program kegiatan yang sama setiap tahunnya.

“Kita harus berinovasi, apa yang masih lemah pada RPJMD lima tahun lalu, harus kita benahi dengan benar-benar fokus pada program kegiatan yang mampu meningkatkan indikator kesehatan sesuai dengan konsep Money Follow Program,” tandas Winarni. (Haris-Tim Redaksi Humas)

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI