Wagub : Sektor Pertanian Berikan Kontribusi PDRB sebesar 28,95 persen

Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pihak terkait untuk mendorong peningkatan produksi dan

produktivitas hasil pertanian melalui penerapan berbagai hasil inovasi teknologi pertanian.

“Kita dianugerahi dengan lahan yang sangat luas, disatu sisi pemerintah juga telah menyediakan benih, pupuk, pengairan yang baik, termasuk dukungan teknologi. Tinggal

tergantung kepada petani itu sendiri, mau atau tidak, rajin atau malas memanfaatkan semua sumber daya ini. Pemerintah terus berupaya membantu petani agar produksi

meningkat, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani pun turut meningkat,” kata Wagub Idris Rahim pada kegiatan expose pertanian bioindustri padi dan ternak

sekaligus silaturrahim dengan kelompok tani di Kawasan Pertanian Terpadu (Kapet) desa Harapan Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, Selasa (30/8).

Idris mengatakan, secara makro ekonomi sektor pertanian memberikan kontribusi bagi PDRB Provinsi Gorontalo sebesar 28,95 persen. Tetapi menurutnya, jika angka ini

disandingkan dengan data dan angka kemiskinan, masih banyak petani dan peternak yang miskin.

Selain disebabkan oleh perubahan iklim yang cukup ekstrim, kompleksitas permasalahan ini juga dipengaruhi oleh rendahnya produktivitas karena minimnya penerapan

teknologi, lemahnya akses petani kepada sumber-sumber modal yang berakibat harga gabah maupun jagung masih dikendalikan oleh tengkulak.

“Tetapi kita patut bersyukur, pada rakor pangan beberapa waktu lalu bersama bapak Menteri Pertanian, saat ini telah hadir di Gorontalo Gabungan Pengusaha Makanan

Ternak yang siap membeli jagung petani dengan harga yang sangat bagus, yakni 3.900 rupiah perkilogram,” jelas Wagub.

Untuk memecahkan berbagai persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga telah memprogramkan pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu diseluruh wilayah kabupaten

se Provinsi Gorontalo sebagai upaya untuk memfokuskan seluruh program SKPD dalam menyelesaikan permasalahan pertanian secara terintegrasi.

Sejauh ini, pengembangan Kapet telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan menghasilkan pupuk organik cair dan padat, benih super padi yang telah mampu

menyuplai kebutuhan petani dikawasan Wonosari, pengolahan limbah padi untuk pakan ternak, serta olahan pangan lainnya. “Semua itu kita lakukan agar pendapatan petani

semakin meningkat, sehingga kehidupannya juga sejahtera,” pungkas Idris.

Pada kesempatan itu, Wagub Idris Rahim bersama Bupati Boalemo melihat langsung proses pengolahan pakan ternak dan pupuk cair, sekaligus mengukuhkan pengawas dan

pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Makmur Bersama Kapet Wonosari.

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI