Idris : Mahasiswa Diharapkan Menjadi Motivator Pembangunan Desa

Gorontalo – Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh setiap mahasiswa selama mengenyam pendidikan, harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., saat melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial (KKS) Pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Senin (15/8), yang berlangsung di lapangan Rektorat UNG.

“Dengan pengetahuannya itu, mahasiswa diharapkan bisa menjadi motivator sekaligus akselerator pembangunan desa, membantu masyarakat dan aparat desa untuk menangani berbagai persoalan yang mereka hadapi di desanya,” tegas Idris.

Minimnya akses informasi, transportasi, kurangnya akses modal dan pasar, serta kurangnya infrastruktur dasar lainnya, menjadi persoalan di desa yang harus dituntaskan bersama oleh pemerintah, kalangan perguruan tinggi, dan elemen masyarakat lainnya.

Sehingga itu, kata Idris, Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2017, telah mencanangkan program membangun desa dari Gorontalo yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan di seluruh desa di wilayah Provinsi Gorontalo.

“Hingga saat ini secara konsisten kita menjadikan desa sebagai sasaran pembangunan, kegiatan-kegiatan SKPD Provinsi kita arahkan ke desa dan disinergikan dengan program pemerintah kabupaten,” terang Wagub.

Oleh karena itu Wagub berharap, penempatan 915 mahasiswa peserta KKS Pengabdian dan KKN Revolusi Mental UNG di desa-desa yang berada di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo, diharapkan bisa mempelajari potensi desa, mengkaji dan menganalisa berbagai persoalan di desa, dan selanjutnya menyerahkan hasil kajian dan analisas tersebut kepada pemerintah yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dilakukan di desa tersebut.

“Dengan demikian program dan kegiatan pemerintah akan lebih terarah dan fokus sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Inilah bentuk nyata sinergitas pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Idris.

Lebih lanjut Idris berpesan, mahasiswa peserta KKS dan KKN juga harus bisa bersosialisasi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan aparat desa. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus menunjukkan kemampuannya dalam menggalang persatuan dan kesatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan dulu mengotak-atik anggaran dana desa, tetapi kalau diminta oleh aparat desa untuk membantu, silahkan membantu demi efektif dan efisiennya anggaran dana desa. Yang terpenting, adik-adik harus bisa memotivasi masyarakat dan memberikan bantuan pemikiran, agar masyarakat desa  bisa diberdayakan, mandiri dan sejahtera,” pungkas Idris.

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI