Gubernur : Bangun GORR Saya Diprotes

Gorontalo – Sebut Tak Realistis, Tapi Kebutuhan Transportasi Mendesak.

Sala satu mega proyek yang dicetuskan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim adalah pembangunan jalan lingkar Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang kini sedang berlangsung pembangunannya.

GORR sepanjang 47 KM ini menghubungkan Bandara Djalaludin Gorontalo dengan pelabuhan laut Gorontalo. Hanya saja, proses pembangunan jalan yang dicanangkan langsung Presiden Joko Widodo ini tak berlangsung mulus.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku mendapat protes dari segelintir warga yang tidak mengharapkan hadirnya GORR. Dihadapan masyarakat Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (1/8), Gubernur Rusli Habibie menyebutkan, ia mendapat protes saat merencanakan pembangunan GORR.

Protes tersebut, kata Gubernur Rusli Habibie bahkan  disampaikan langusng oleh salah satu partai politik yang memiliki fraksi utuh di DPRD Provinsi Gorontalo, serta LSM “Mereka tidak setuju pembangunan GORR, dengan alasan belum menjadi kebutuhan masyarakat Gorontalo,” kata Rusli Habibie

Dalam pembahsan di DPRD, fraksi yang menolak pembangunan GORR bahkan melakukan walkout. Kendati begitu, mayoritas fraksi di DPRD tetap merestui pembangunan GORR.

“Tidak masalah mereka keluar (saat pembahsan). Bagi saya ini adalah utnuk kepentingan Gorontalo, bukan untuk saat ini saja, tapi kepentingan jangka panjang Gorontalo,” kata Rusli Habibie.

“Yah, mudah-mudahan mereka (pihak yang menolak) tidak akan melewati GORR saat GORR sudah selesai,” tandasnya.

Rusli Habibie menambahkan proyek GORR mendapat support langsung dari pemerintah pusat.

“DariKota Gorontalo menuju bandara dengan menggunakan mobil patwal, waktu tempuh sampai 1.5 jam. Padahal dulu tidak selama itu. Itu karena apa, sudah macet. Apalagi jam-jam tertentu.

Nah itu kondisi sekarang, bagaimana dengan 10 atau 20 tahun akan datang,” terang Rusli Habibie.

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI